Penyebab Magnet Sisa pada Transformer dan Metode Demagnetisasi
Penyebab Magnet Sisa pada Transformator:
Magnet Sisa Akibat Pengujian Tahanan DC dan Operasi Lainnya
-
Karena karakteristik histeresis bahan feromagnetik, magnet sisa tertinggal di inti setelah melakukan operasi seperti pengukuran rasio tegangan dan pengujian tahanan DC pada transformator.
-
Konversi Fluks Magnetik Keadaan Tunak Menjadi Magnet Sisa Saat Daya Diputus
Selama operasi transformator, fluks magnetik keadaan tunak dihasilkan di dalam inti. Ketika transformator dipadamkan, karena kekekalan fluks magnetik dalam rangkaian, fluks keadaan tunak tidak langsung hilang. Sebaliknya, ia mempertahankan magnet sisa dengan besaran dan polaritas yang sama seperti fluks keadaan tunak pada saat terakhir sebelum pemadaman.
Pentingnya Demagnetisasi Transformator
-
Melindungi Keamanan Peralatan
-
Mencegah Malfungsi Proteksi Relay: Magnet sisa dapat menyebabkan saturasi parsial inti transformator saat diberi energi, mengakibatkan harmonisa berlebih pada arus eksitasi dan menimbulkan arus hentak. Hal ini dapat menyebabkan perangkat proteksi transformator malfungsi, mencegah penyalaan transformator yang berhasil dan berpotensi menyebabkan pemadaman listrik skala besar.
-
Menghindari Kerusakan Peralatan: Arus tinggi yang dihasilkan oleh arus hentak dapat menyebabkan gaya elektromagnetik berlebih, berpotensi merusak transformator dan pemutus sirkuit. Ini mengurangi masa pakai peralatan listrik. Selain itu, magnet sisa dapat menginduksi tegangan lebih operasional, yang lebih lanjut merusak peralatan listrik.
-
Meningkatkan Akurasi Pengukuran
-
Memastikan Pengukuran yang Akurat: Magnet sisa dapat memengaruhi pengujian transformator berikutnya, menyebabkan hasil yang tidak akurat. Misalnya, setelah pengukuran tahanan DC, jika demagnetisasi tidak dilakukan, magnet sisa dapat menyebabkan efek kumulatif dalam pengujian di masa depan, mengakibatkan penyimpangan pengukuran yang tidak mencerminkan kondisi aktual transformator dengan tepat.
-
Memastikan Akurasi Transformator Arus: Komponen DC dari magnet sisa dapat menyebabkan magnetisasi berlebih pada rangkaian magnetik transformator arus, secara signifikan mengurangi akurasi pengukuran dan mengganggu operasi yang benar dari perangkat proteksi relay. Demagnetisasi membantu mencegah masalah seperti itu.
-
Memastikan Operasi Grid yang Stabil
-
Mengurangi Polusi Harmonisa: Harmonisa berlebih yang dihasilkan oleh magnet sisa dapat sangat menurunkan kualitas daya dan mengganggu peralatan listrik lainnya. Demagnetisasi membantu mengurangi kandungan harmonisa, memastikan kualitas daya yang lebih baik.
-
Mencegah Arus Hentak Tersambung: Magnet sisa dalam satu transformator dapat menginduksi arus hentak tersambung di transformator di gardu induk yang berdekatan, berpotensi menyebabkan pemadaman listrik yang meluas. Demagnetisasi mengurangi risiko ini.
-
Mengurangi Konsumsi Energi dan Biaya Pemeliharaan
-
Meminimalkan Rugi Daya Reaktif: Magnet sisa dapat menyebabkan saturasi parsial pada inti transformator, meningkatkan konsumsi daya reaktif. Demagnetisasi meningkatkan efisiensi transformator dan mengurangi rugi daya reaktif.
-
Memperpanjang Masa Pakai Transformator: Demagnetisasi mencegah masalah seperti saturasi inti dan panas berlebih akibat magnet sisa, sehingga mengurangi degradasi isolasi dan memperpanjang umur operasional transformator. Hal ini juga menurunkan biaya perawatan.

Kingrun Transformer Instrument Co.,Ltd.



Lebih Banyak Penguji Transformator dari Kingrun

