Pengujian isolasi transformator bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rekayasa instalasi listrik dan pengujian serah terima peralatan listrik. Standar internasional IEEE43-2000 tentang pengujian serah terima peralatan listrik menjelaskan secara rinci isi dan standar setiap pengujian. Di antaranya adalah pengukuran tahanan DC belitan bersama dengan bushing, pengukuran tahanan isolasi, rasio serapan, dan indeks polarisasi belitan bersama dengan bushing, pengukuran nilai tangen sudut rugi dielektrik (tgδ) belitan bersama dengan bushing, pengukuran arus bocor DC belitan bersama dengan bushing, pengujian tegangan tahan AC belitan bersama dengan bushing, serta pengujian pelepasan sebagian (partial discharge) belitan bersama dengan bushing. Ini merupakan sarana utama untuk menguji isolasi transformator.
Prinsip dasar pengujian isolasi: Pengujian tahanan isolasi adalah pengujian yang paling luas digunakan dan paling praktis dalam pengujian isolasi peralatan listrik. Nilai tahanan isolasi dapat secara efektif mencerminkan cacat seperti kelembapan keseluruhan, kontaminasi, dan panas berlebih yang parah pada isolasi. Instrumen yang paling umum digunakan untuk menguji tahanan isolasi adalah insulation resistance tester (megohmmeter).

Pengukuran Tahanan DC Belitan
Pengukuran tahanan DC belitan adalah pengujian yang praktis dan efektif untuk menyelidiki kondisi sambungan isolasi vertikal dan rangkaian arus pada belitan. Pengujian ini dapat mencerminkan kualitas penyambungan las belitan, hubungan pendek antar lilitan, putusnya belitan atau kabel penghubung, serta cacat kecil seperti kontak yang buruk antara saklar dan konektor kabel. Pada dasarnya, ini adalah sarana efektif untuk menilai apakah tahanan DC setiap fase belitan seimbang dan apakah posisi gear saklar pengatur tegangan sudah benar.Pengukuran tahanan DC belitan telah lama dianggap sebagai salah satu cara utama untuk memeriksa isolasi longitudinal transformator, dan terkadang bahkan menjadi satu-satunya cara untuk menentukan sambungan rangkaian arus.
Pengukuran Tahanan Isolasi Belitan
Tahanan isolasi serta rasio serapan atau indeks polarisasi belitan bersama dengan casing memiliki sensitivitas tinggi dalam memeriksa kondisi isolasi keseluruhan transformator. Ini dapat secara efektif memeriksa kelembapan keseluruhan isolasi transformator, kelembapan atau kotoran di permukaan komponen, serta cacat penetrasi terkonsentrasi, seperti berbagai hubungan pendek penetrasi, retak pada porselen, selubung kabel penghubung, jembatan kawat tembaga di dalam badan, atau hubungan pendek semi-penetrasi maupun logam.
Secara relatif, mengandalkan hanya nilai absolut tahanan isolasi untuk menilai isolasi belitan memiliki sensitivitas dan efektivitas yang rendah. Di satu sisi, tegangan pengujian selama pengukuran terlalu rendah sehingga sulit mengungkap cacat; di sisi lain, nilai tahanan isolasi terkait dengan ukuran struktur isolasi belitan, jenis bahan isolasi, suhu belitan, dan faktor lainnya. Namun, untuk komponen seperti penjepit inti dan baut penembus, pengukuran tahanan isolasi sering kali dapat mencerminkan adanya gangguan. Hal ini karena struktur isolasi komponen-komponen ini relatif sederhana, media isolasinya tunggal, dalam kondisi normal hampir tidak mendapat tegangan, dan isolasinya lebih terisolasi. Berbeda dengan isolasi belitan yang menerima tegangan tinggi. Dalam pengujian kami, kami menemukan grounding multipel pada inti transformator melalui insulation shaker.
JYM insulation resistance tester
Kingrun Transformer Instrument Co., Ltd.


Lebih Banyak Penguji Transformator dari Kingrun
