Jika Kedua Faktor Ini Diabaikan, Nilai Resistansi Isolasi Dapat Berubah Secara Signifikan
Dalam prosedur pengujian tahanan isolasi, dua faktor sangat penting; mengabaikannya dapat berdampak signifikan pada hasil pengujian: suhu dan kelembaban.
Variasi suhu mempengaruhi kinerja resistansi bahan isolasi. Untuk sebagian besar bahan isolasi, resistansi menurun seiring kenaikan suhu. Hal ini karena peningkatan suhu meningkatkan konduktivitas material, yang menyebabkan penurunan tahanan isolasi. Oleh karena itu, pencatatan suhu selama pengujian tahanan isolasi membantu menganalisis hasil pengujian dan menentukan apakah hasil tersebut berada dalam rentang normal. Kelembaban juga memiliki dampak yang cukup besar pada tahanan isolasi. Ketika kelembaban lingkungan tinggi, uap air dapat menempel pada permukaan bahan isolasi, menciptakan jalur konduktif yang mengurangi resistansi. Dalam lingkungan dengan kelembaban tinggi, nilai tahanan isolasi dapat turun secara signifikan di bawah tingkat normal. Pencatatan kelembaban membantu dalam menginterpretasikan hasil dan menilai apakah kelembaban lingkungan yang tinggi mempengaruhi kinerja isolasi listrik.

Mengapa IEC 60060 menetapkan bahwa pengujian preventif pada peralatan tenaga harus dilakukan pada kelembaban relatif lingkungan kurang dari 80%?
Ketika pengujian preventif dilakukan pada peralatan tenaga seperti transformator, belitan motor, atau kabel dalam kondisi kelembaban tinggi, data yang terukur sering kali menyimpang signifikan dari nilai sebenarnya. Penyimpangan ini terutama muncul dari dua faktor: dampak lapisan air dan distorsi medan listrik. Ketika kelembaban lingkungan tinggi, permukaan bahan isolasi (seperti kertas isolasi transformator, enamel belitan motor, atau isolasi luar kabel) dapat mengalami kondensasi atau lapisan tipis kelembaban, yang secara substansial mengurangi tahanan isolasi permukaan dan secara signifikan meningkatkan arus bocor permukaan. Selain itu, kondensasi dan lapisan air dapat menyebabkan distorsi medan listrik di antara konduktor dan bahan isolasi, membuat distribusi medan menjadi lebih tidak merata dan berpotensi menciptakan pelepasan korona, yang secara langsung mempengaruhi hasil pengukuran. Oleh karena itu, untuk memastikan pengukuran yang akurat, pengujian tahanan isolasi biasanya dilakukan di lingkungan dengan kelembaban relatif di bawah 65%.
Mengapa perlu mencatat suhu selama pengujian tahanan isolasi peralatan tenaga?
Bahan isolasi dalam peralatan tenaga sering kali mengandung sedikit kelembaban dan pengotor larut (seperti garam dan zat asam), yang dapat menghantarkan arus kecil. Seiring kenaikan suhu, pergerakan molekul dan ion dalam bahan isolasi meningkat, dan kelembaban serta pengotor bergerak menuju elektroda di bawah pengaruh medan listrik, sehingga meningkatkan konduktivitas material. Akibatnya, seiring kenaikan suhu, tahanan isolasi menurun secara nyata, dan penurunan ini sering kali bersifat eksponensial. Misalnya, ketika suhu meningkat 10°C, resistansi isolasi Kelas B pada generator dapat turun menjadi sekitar 1/2,8 dari nilai aslinya, dan resistansi isolasi Kelas A pada transformator dapat turun menjadi sekitar 1/1,7 dari nilai aslinya.
Untuk peralatan dengan penetrasi kelembaban yang signifikan, tahanan isolasi berfluktuasi lebih nyata dengan perubahan suhu. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencatat suhu lingkungan selama pengujian tahanan isolasi. Jika peralatan baru saja berhenti beroperasi dan belum sepenuhnya dingin, suhu internal aktual isolasi juga harus dicatat. Pendekatan ini memungkinkan konversi tahanan isolasi ke suhu umum, sehingga memungkinkan perbandingan dan analisis hasil yang lebih akurat.
Mengapa IEC 60060 mengizinkan nilai "ditentukan pengguna" untuk persyaratan tahanan isolasi pada peralatan tertentu?
Karena perbedaan kondisi iklim, struktur dan kondisi isolasi, metode pengujian, serta koneksi di berbagai negara dan wilayah, IEC 60060 tidak menentukan nilai minimum tahanan isolasi untuk sebagian besar peralatan tegangan tinggi. Pengecualian hanya dibuat untuk struktur yang lebih sederhana dan beberapa peralatan tegangan rendah. Karena menetapkan "nilai yang disyaratkan" yang seragam untuk tahanan isolasi sebagian besar peralatan tenaga tegangan tinggi sulit dilakukan, IEC 60060 mengadopsi pendekatan "ditentukan pengguna" dan menekankan analisis serta penilaian komprehensif untuk menilai secara akurat kondisi isolasi peralatan tenaga.
Kesimpulannya, fluktuasi suhu dan kelembaban dapat secara langsung mempengaruhi nilai tahanan isolasi. Oleh karena itu, mencatat kedua parameter ini selama pengujian memberikan data yang lebih akurat untuk analisis kesalahan dan penilaian kondisi peralatan.
Penguji Tahanan Isolasi JYM


PT Kingrun Transformer Instrument


Lebih Banyak Alat Uji Transformator dari Kingrun

