Resistansi DC biasanya dalam sistem tenaga atau komponen listrik, mengacu pada resistansi yang ditunjukkan oleh sinyal DC dalam komponen listrik, yaitu resistansi bawaan komponen, juga dikenal sebagai resistansi statis, satuannya adalah ohm (Ω). Proses pengukurannya adalah dengan menerapkan arus konstan dan presisi tinggi ke beban eksternal yang akan diukur, kemudian data yang diperoleh diproses untuk mendapatkan nilai resistansi aktual.
Dalam sistem tenaga, ini umumnya digunakan untuk mengukur apakah kumparan transformator mengalami korsleting fasa, korsleting antar lilitan, dan apakah kondisi sambungan kumparan dan kabel penghubung mengalami kesalahan pengelasan, kendur, atau kondisi abnormal lainnya. Ini merupakan salah satu tindakan rutin untuk memeriksa kondisi internal transformator dan salah satu cara penting untuk mencegah kegagalan transformator. Biasanya, dalam kondisi arus pengenal yang konstan, semakin besar resistansi DC yang diukur, semakin besar rugi tembaga, semakin serius pemanasan pada permukaan transformator, dan begitu nilai rentang yang ditentukan terlampaui, inti transformator mudah terbakar.
Data resistansi DC biasanya diukur dengan alat ukur resistansi DC yang sesuai, misalnya KRI 9310 penguji resistansi gulungan; JYR 10S penguji resistansi gulungan, dll.
Artikel Terkait:
Koleksi Lengkap Grup Vektor Transformator dengan Diagram Sambungan Gulungan
Seberapa Penting Resistansi Gulungan DC Transformator?
6 Penguji Resistansi Gulungan Transformator Teratas di Dunia (Termasuk Harga)
Bagaimana Resistansi Gulungan Harus Diuji Secara Berbeda pada CT dan PT?
Apa Perbedaan antara Resistansi DC dan Resistansi Isolasi serta Bagaimana Mengujinya?
8 Tips untuk Meningkatkan Akurasi Pengukuran Resistansi DC
Mengapa Resistansi Gulungan yang Diuji Selalu Tidak Akurat? Anda Mungkin Melewatkan 6 Poin Kunci Ini
Kingrun Transformer Instrument Co.,Ltd.



Lebih Banyak Penguji Transformator dari Kingrun
